PROGRAM WTC

Program 1

BASIC MENTALITY FOR LEADER
LINGKAR W

Basic mentality for leader adalah desain kegiatan pelatihan yang ditujukan untuk membantu memecahkan soal kesadaran tujuan hidup semenjak dini, pengembangan pola pikir positif-konstruktif, dan pembiasaan sikap-tindakan bertanggungjawab, bagi para siswa Sekolah Menengah.
Latar belakang program:
a. Proses pendidikan sekolah memiliki kendala waktu dan memerlukan penyempurnaan dalam melengkapi kompetensi, membekali life skills siswa didik untuk bertumbuh secara optimal.

harmoni w
b. Lembaga pelatihan sumber daya manusia dipersiapkan untuk mengisi ruang kosong proses pembelajaran, terutama dalam program pelatihan kepribadian, pengembangan potensi diri bagi setiap induvidu dalam ranah kognitif, afektif, maupun psikomotorik.

LDKS PASUKAN w
c. Siswa sekolah menengah menunjuk pada pribadi-pribadi yang sedang bertumbuh, energik dan menyimpan
banyak potensi. Dalam kondisi ideal pertumbuhannya memerlukan kesiapan mental dan fisik dalam mengantisipasi berbagai persoalan hidup.

ANDA AMAN w
d. Pada saat ini ditemukenali berbagai penyimpangan perilaku social di masyarakat, seperti sikap rebellious, arrogance, anarchism yang membahayakan bagi siswa sekolah menengah. Kondisi ini harus diantisipasi sejak usia dini dengan pembekalan basic mentality yang baik.
e. Antisipasi masa MOS.

SMACH1

Tujuan program
a. membantu peserta didik memahami konsep diri;
b. memetakan kegiatan dan kompleksitas organisasi sekolah;
c. membekali peserta didik dengan kompetensi dasar kepemimpinan;
d. membantu peserta didik memahami konsep team work, dan peran serta dalam sistem kerja.


Program 2

FAMILY EDU-RECREATIONS

SAWAH

Deskripsi program:

Salah satu program FAMILY EDU-RECREATION, “Belajar bertani di sawah” adalah desain kegiatan pelatihan yang ditujukan untuk memberikan pengalaman bagaimana bekerja sebagai penghasil pangan nasional/ petani. Proses bertani padi di sawah dijelaskan dalam empat sesi kegiatan yakni:
1. proses penyiapan lahan sawah;
2. proses penyiapan benih dan menanam;
3. proses pemeliharaan padi (menyiangi dan mengobati penyakit padi);
4. proses memanen dan menumbuk padi menjadi beras.

maculsawah

Latar belakang program:
a. Indonesia sebagai Negara agraris memiliki potensi pertanian yang sangat besar, dan memerlukan banyak perhatian dan penguasaan teknologi maju.
b. Makanan pokok masyarakat Indonesia adalah beras, akan tetapi tidak semua masyarakat memiliki kesempatan untuk menjadi produsen beras.
c. Teknologi pengelolaan lahan sawah di lingungan masyarakat petani masih banyak yang tradisional, meskipun demikian mampu menopang kebutuhan warga local.
d. Wonosalam Training Center memiliki lahan pertanian yang cukup luas dan memungkinkan untuk memberikan pembelajaran apresiatif kepada masyarakat, sehingga dapat lebih menghargai profesi petani sebagai produsen pangan.

Tujuan program:
a. membantu warga masyarakat memahami konsep bertani,
b. memberikan pendidikan rekreatif masyarakat,
c. membantu meningkatkan apresiasi warga pelatihan terhadap peran petani

BERTANI

© 2013 Wonosalam Training Center, Jombang, Jawa Timur, Indonesia.